Kab. Kutai Kartanegara

  1. Desa Bukit Pariaman
  2. Desa Kerta Buana
  3. Desa Embalut
  4. Desa Bangun Rejo
  5. Desa Manunggal Jaya
  6. Desa Karang Tunggal
  7. Desa Bukit Raya
  8. Desa Perjiwa.

Berdasarkan RTRW Provinsi Kalimantan Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan Kawasan Strategis Provinsi (KSP) sebagai Kawasan Industri Pertanian yang diarahkan bagi pengembangan pertanian tanaman pangan, peternakan, dan perikanan. Sedangkan berdasarkan pada RTRW Kabupaten Kutai Kartanegara, Kecamatan Tenggarong Seberang merupakan kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kabupaten dengan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi. Adapun kawasan ini dipilih karena telah berkontribusi padi sawah mencapai 19,05% terhadap Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pembentukan kawasan perdesaan di Kabupaten Kutai Kartanegara ditetapkan melalui dua tahap. Tahap pertama adalah diskusi tingkat kabupaten untuk menetapkan usulan kawasan yang dilaksanakan pada hari Senin, 3 Oktober 2016 yang dihadiri oleh perwakilan Bappeda, Camat dan beberapa perwakilan dinas instansi terkait. Tahap kedua adalah Focus Group Discussion (FGD) tingkat desa untuk menyepakati kawasan yang akan dibentuk. FGD tingkat desa ini dilaksanakan pada hari Selasa, 4 Oktober 2016 dan ditandatangani oleh seluruh kepala desa yang termasuk ke dalam kawasan. Kawasan Perdesaan yang akan dikembangkan adalah Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral.

Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral, meliputi 8 desa yaitu: Bukit Pariaman, Kerta Buana, Embalut, Bangun Rejo, Manunggal Jaya, Karang Tunggal, Bukit Raya dan Perjiwa. Kedelapan desa ini berada dalam Kecamatan Tenggarong Seberang. Dalam kawasan ini, desa yang ditetapkan sebagai pusat

kegiatan kawasan adalah Desa Bangun Rejo dengan memperhatikan beberapa alasan, yaitu : (1) sarana dan prasarana yang sesuai dengan tema pengembangan sudah siap tersedia di Desa Bangun Rejo; (2) infrastruktur serta fasilitas umum mempunyai kualitas yang baik; (3) memiliki potensi pengembangan pertanian, perikanan, dan peternakan; (4) relatif aman dan kondusif; serta (5) aksesibilitas yang mudah.

Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral ini telah dibentuk pada tahun 2012 dan difasilitasi oleh Ditjen PMD pusat dan telah disahkan dalam SK Bupati No. 635/2011, sehingga langkah berikutnya adalah melanjutkan rencana pembangunan desa berbasis masyarakat.

Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral memiliki luas wilayah sebesar 232,7 km2 dengan luas wilayah terbesar adalah Desa Bukit Pariaman (35%) diikuti oleh Desa Kerta Buana (17%), Desa

Bangun Rejo (16%), Desa Embalut (11%), Desa Manunggal Jaya (7%), Desa Bukit Raya dan Desa Perjiwa (5%) dan terakhir adalah Desa Karang Tunggal (4%).

Secara administratif, Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral berbatasan dengan desa-desa lainnya dalam Kabupaten Kutai Kertanegara. Sebelah Utara, kawasan ini berbatasan dengan Desa Buana Jaya, Desa Separi dan Desa Mulawarman. Sebelah Timur, berbatasan dengan Desa Marang Kayu dan Desa Muara Badak. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kota Samarinda. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Tenggarong.

Berdasarkan Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang menilai sarana pelayanan dasar, infrastruktur, aksesibilitas, pelayanan publik, dan penyelenggaraan pemerintahan desa, terdapat 7 desa dalam Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral yang termasuk dalam kategori desa berkembang, yaitu: Bukit Raya (71,41), Karang Tunggal (67,7), Manunggal Jaya (71,91), Bangun Rejo (72,54), Embalut (67,57), Perjiwa (72,31), dan Kerta Buana (73,08). Sedangkan Bukit Pariaman termasuk ke dalam desa mandiri dengan nilai IPD sebesar 77,19.

Berdasarkan indeks tersebut, diharapkan dengan adanya program pembangunan kawasan perdesaan dapat membantu mendorong desa berkembang menjadi desa mandiri serta desa mandiri dapat membantu menarik desa-desa di sekitarnya agar maju dengan lebih cepat.

Sarana, prasarana dan infrastruktur di Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral sudah cukup memadai. Fasilitas ibadah tersedia bagi beberapa agama yaitu masjid 27 unit, gereja kristen 22 unit, gereja katolik 6 unit dan pura 12 unit. Jumlah ketersediaan sarana ibadah ini menunjukkan bahwa berdasarkan aspek agama atau kepercayaan, penduduk Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral bersifat heterogen.

Sarana dan prasana di bidang pendidikan sudah memiliki jumlah yang cukup banyak diantaranya Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 28 unit, Sekolah Dasar (SD) sebanyak 22 unit, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 12 unit dan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/ SMK) sebanyak 6 unit. Jumlah ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk atas pendidikan.

Dalam mendukung perekonomian, sarana yang tersedia yaitu 4 unit pasar, 8 unit koperasi dan 22 unit bank untuk mendukung kegiatan masyarakat dalam hal keuangan dan perbankan. Dalam hal akses informasi dan telekomunikasi di Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral juga sudah didukung oleh adanya 11 unit kantor pos dan 8 unit menara telepon seluler. Untuk bidang perekonomian dan informasi serta telekomunikasi, sarana dan prasana yang tersedia dalam kawasan terbilang cukup memadai sehingga dapat mendukung keberhasilan program pembangunan kawasan perdesaan yang akan dilakukan. Pada tahun 2016, jumlah penduduk di Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral berjumlah 44.197 jiwa. Mayoritas penduduk bermatapencaharian sebagai petani dan peternak.

Penggunaan lahan di Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral didominasi oleh hutan rimba (53,63%) yang masih belum dimanfaatkan. Kondisi tanah cukup subur sehingga cocok digunakan sebagai pertanian. Selain itu, pada kawasan ini juga terdapat daerah pertambangan.

Berdasarkan penggunaan lahan, lahan di kawasan ini selain merupakan hutan rimba, sebesar 12,68% merupakan air rawa. Sebesar 10,74% merupakan lahan untuk pemukiman dan tempat kegiatan. Sisanya digunakan untuk daerah tambang (9,63%), semak belukar atau alang-alang (9,01) dan tegalan atau ladang (4,28%).

Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral memiliki klaster komoditas unggulan dan klaster pendukung. Klaster komoditas unggulan terdiri dari pertanian dengan komoditas unggulan yaitu padi sawah, jagung, kacang-kacangan, ubi-ubian, sayuran (terong, tomat) dan buah-buahan (durian). Pada klaster peternakan, komoditas yang diunggulkan adalah sapi, kambing dan unggas yaitu ayam. Pada klaster perikanan, komoditas yang diunggulkan diantaranya Ikan Lele, Ikan Mas, Ikan Nila dan Ikan Bawal.

Selain tiga klaster komoditas utama, terdapat klaster pendukung yaitu kelembagaan berupa BUMDes dan KUD. Selain itu terdapat sarana dan prasarana kawasan berupa pasar, infrastruktur jalan serta masyarakat dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Skema Analisis Sinergisme Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral merupakan konsep pengembangan yang disusun untuk dilaksanakan jangka waktu 5 tahun ke depan dengan sasaran utama adalah penyelesaian sistem irigasi, pembuatan sistem dan infrastruktur pemasaran, pemasaran dan peningkatan produksi serta dukungan sarana produksi secara berkesinambungan untuk agro mina pastoral (pertanian, perikanan, dan peternakan) yang berkelanjutan.

Skema analissi sinergisme ini menggunakan prinsip pengintegrasian komponen-komponen ke dalam sebuah sistem pembangunan yang dapat digabungkan untuk mencapai tujuan bersama, seperti sistem irigasi, budidaya lahan, infrastruktur pemasaran dan jalan serta pemanfaatan lahan bekas tambang.

Program pembangunan Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral dirancang untuk dilaksanakan dalam lima tahun kedepan yaitu mulai dari Tahun 2017 sampai 2021. Terdapat 18 program yang menjadi program unggulan kawasan ini dan didasarkan pada masterplan kawasan yaitu : (1) Pembangunan Infrastruktur Jalan, (2) Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi dan

Pengairan Lahan Pertanian, (3) Penyediaan dan Peningkatan Kualitas Infrastruktur Pertanian, (4) Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Air, (5) Revitalisasi Unit Pembenihan Rakyat (UPR), (6) Pengembangan Budidaya Ikan dalam Keramba, (7) Pengembangan Budidaya Ikan dalam Kolam, (8) Pengembangan Budidaya Ikan dalam Kolam Terpal, (9) Optimalisasi Sektor Peternakan, (10) Peningkatan Hasil Produksi Pertanian, (11) Optimalisasi Penggunaan Lahan Pertanian, (12) Peningkatan Sumber Daya Manusia Sektor Pertanian Tanaman Pangan, (13) Peningkatan Sumber Daya Manusia Sektor Perikanan, (14) Peningkatan Sumber Daya Manusia Sektor Peternakan, (15) Peningkatan Kualitas Hewan Ternak, (16) Pengembangan Kualitas dan Kesejahteraan Petani, (17) Pengembangan Ekonomi Kawasan Melalui Lembaga dan (18) Pengembangan Sistem Pemasaran dan Peningkatan Kualitas Hasil Produksi.

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa rencana program di Kawasan Perdesaan Agro Mina Pastoral dengan total anggaran sebesar 802,870 miliar berasal dari 5 sumber, yaitu: ADD, APBD kabupaten, APBD Provinsi, APBN dan Pihak ketiga.

Sumber pembiayaan program terbesar berasal dari APBN dengan persentase sebesar 96,1%. Sisanya, pembiayaan dibebankan kepada APBD Provinsi (0,9%), APBD Kabupaten (1,5%), ADD (0,8%) dan Pihak ketiga (0,7%). Berdasarkan persentase tersebut, perlu adanya penyesuaian agar pembiayaan dibebankan kepada kelima sumber (APBN, APBD, ADD dan Pihak ketiga) secara proporsional. Terlibatnya kelima pihak dalam pembiayaan menunjukkan bahwa pengembangan kawasan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Rate and write a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bukit Pariaman Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur
Kalimantan Timur
Get directions