Kab.Grobogan

  1. Desa Boloh
  2. Desa Plosoharjo

Berdasarkan RTRW Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029, Kabupaten Grobogan merupakan salah satu wilayah yang diarahkan untuk pengembangan dalam sektor pertanian. Kawasan perdesaan di Kabupaten Grobogan ini disepakati terbentuk atas prakarsa bersama antara Tim Koordinator Pengelola Kawasan Perdesaan (TKPKP) Kabupaten Grobogan dengan masyarakat. Kawasan perdesaan ini bernama Kawasan Perdesaan Sentra Pertanian Terpadu Toroh yang berlokasi di Kecamatan Toroh.

Kawasan perdesaan tersebut, terdiri dari dua desa yaitu Desa Boloh dan Desa Plosoharjo. Dua desa ini dianggap memiliki banyak kesamaan terutama dalam corak ekologis dan karakterisktik masyarakatnya, yaitu masyarakat pertanian. Sehingga bisa dikembangkan dalam sebuah kawasan. Pembangunan dengan perspektif kawasan perdesaan ini diharapkan mampu mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Apalagi jika praktek pembangunan dilakukan dengan partisipatif, maka upaya memecahkan masalah bisa dilakukan dengan lebih baik. Tentu pembangunan kawasan perdesaan tersebut dapat dilakukan apabila ada keterpaduan dan sinergitas dari Desa Boloh dan Plosoharjo.

Kawasan Perdesaan Sentra Pertanian Terpadu Toroh terletak di Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Luas wilayah kawasan mencapai 1.308,6 ha, dengan jumlah penduduk sebesar 13.345 jiwa. Kepadatan penduduk di Kawasan Perdesaan Sentra Pertanian Terpadu Toroh yaitu 22 jiwa/km2.

Desa Boloh dan Plosoharjo berstatus sebagai Desa Berkembang versi BAPPENAS. Hal ini terlihat dari skor IPD untuk kedua desa yang di atas 50 (batas antara Desa Tertinggal dan Berkembang), yaitu 65,60 untuk Desa Plosoharjo dan 71,08 untuk Desa Boloh. Skor pada aspek transportasi yang mencapai 93,06 menunjukkan jika daerah ini sudah sangat terbuka dalam akses keluar dan masuknya. Sedangkan bidang pelayanan umum menjadi permasalahan cukup serius di kawasan dengan nilai IPD yang rendah yaitu 39,27. Pelayanan umum ini meliputi upaya pemenuhan kebutuhan pelayanan atas barang, jasa dan/atau pelayanan administratif dengan tujuan memperkuat demokrasi, kohesi sosial, perlindungan lingkungan dan sebagainya. Contoh penanganan kejadian luar biasa seperti gizi buruk, kemudian ketersedian lapangan olah raga dan kelompok kegiatan olah raga.

Ketersediaan fasilitas dalam Kawasan Perdesaan Sentra Pertanian Terpadu Toroh sudah cukup baik. Fasilitas keagamaan masjid dan surau tersebar hampir diseluruh daerah kawasan. Fasilitas pendidikan dari jenjang taman kanak-kanak sampai pendidikan menengah atas telah tersedia untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat. Pada fasilitas ekonomi, telah ada pasar di Desa Boloh, serta 2 unit kantor pelayanan bank umum. Adapun untuk fasilitas komunikasi terdapat satu unit kantor pos dan menara telepon selular di kedua desa.

Potensi unggulan Kawasan Perdesaan Sentra Pertanian Terpadu Toroh adalah pertanian. Hal ini sangat didukung dari penggunaan lahan yang cukup besar peruntukannya untuk pertanian (padi sawah dan tegal/ kebun) yang mencapai 697,53 ha. Ketersediaan lahan pertanian ini tentunya merupakan modal utama dalam membangun kawasan dengan basis pertanian.

Pertanian di kawasan perdesaan ini didominasi pertanian padi sawah dan memusat di bagian utara kawasan. Untuk pertanian lahan kering terdapat di sebelah barat daya kawasan. Dengan pola demikian, maka terbentuk dua sentra daerah pertanian yaitu sentra pertanian padi sawah dan sentra pertanian lahan kering. Tentunya dua sentra ini harus saling terintegrasi sehingga menjadikan kawasan ini sebagai kawasan sentra pertanian terpadu yang mampu menjadi ‘motor’ pembangunan di kawasan perdesaan.

Tujuan pembangunan kawasan perdesaan adalah mengarahkan pembangunan kawasan perdesaan dari kondisi sekarang ke arah kondisi yang diinginkan. Fokusnya dengan Mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pengembangan ekonomi, dan/atau pemberdayaan masyarakat desa dengan memprioritaskan pengembangan potensi dan/atau masalah kawasan perdesaan. Untuk mencapai tujuan pembangunan kawasan perdesaan tersebut maka diperlukan sebuah rencana pengembangan kawasan perdesaan yang baik.

Salah satu strategi pembangunan kawasan perdesaan adalah dengan menentukan desa pusat pertumbuhan dan desa pendukung. Desa Boloh disepakati sebagai desa pusat pertumbuhan karena dianggap sudah lebih maju, yang tercermin dari nilai IPD yang lebih besar dibandingkan Desa Plosoharjo. Penentuan Desa Bolo sebagai pusat pertumbuhan diharapkan mampu menarik Desa Plosoharjo untuk lebih berkembang sekaligus mendorong Desa Boloh untuk maju menjadi desa mandiri.

Sentra Pertanian Terpadu adalah kata kunci pada konsep pembangunan Kawasan Perdesaan Sentra Pertanian Terpadu Toroh. Maksud dari Sentra Pertanian Terpadu ini adalah pertanian di Desa Boloh dan Plosoharjo akan dijadikan sebagai pusat pembangunan kawasan, yang hal itu dikembangkan dengan memadukan empat aspek yaitu pertanian, peternakan, limbah dan pupuk.

Bentuk pola pengembangan yang akan dilakukan adalah seperti saat pertanian yang dikembangkan adalah jagung dan kedelai dan peternakan adalah sapi, maka limbah dari peternakan dapat diolah menjadi pupuk dan biogas. Limbah peternakan atau hasil olahan jagung dan kedelai juga dapat dijadikan pakan ternak. Pupuk yang merupakan hasil olahan kotoran ternak yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Pada strategi dan arah kebijakan pembangunan Kawasan Perdesaan Sentra Petanian Toroh meliputi lima hal yaitu : Pertama, peningkatan produktivitas pertanian dan peternakan (pemberian bantuan bibit unggul tanaman dan ternak sapi, meningkatkan pemahaman petani dalam mengembangkan

hasil pertanian dan pengolahan hasil ternak, dan Mengembangkan sentralisasi produk peternakan di kawasan perdesaan). Kedua, peningkatan kualitas sarana dan prasarana dasar guna mendukung pendistribusian pertanian dan peternakan (memperbaiki kondisi sarana prasarana dasar, meningkatkan pemerataan sebaran sarana prasarana dasar kawasan perdesaan). Ketiga, pemberian bantuan berupa modal dan sarana pendukung pertanian dan peternakan (meningkatkan jumlah dan kualitas produktivitas pertanian padi dan palawija). Keempat, pendampingan dan pembinaan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM (meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia di kawasan perdesaan). Kelima, pembentukan lembaga ekonomi masyarakat perdesaan (BUMDes) sebagai wadah pengembangan potensi pertanian dan peternakan (meningkatkan kualitas dan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan pemasaran produk olahan hasil pertanian dan hasil ternak).

Terdapat tiga pokok program kawasan di Kawasan Perdesaan Sentra Pertanian Terpadu Toroh yang sesuai dengan indikasi program dari BAPPENAS. Ketiga pokok program itu adalah : (1) Peningkatan fungsi prasarana dasar kawasan, (2) Peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia, (3) Peningkatan produksi pertanian dan peternakan. Pelaksana kegiatan ini nantinya adalah Bina Marga, DPU, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Bapemades dan TPKP.

Total anggaran biaya dari rancangan pokok program pembangunan Kawasan Perdesaan Sentra Pertanian Terpadu Toroh adalah 6,635 miliar. Program dengan anggaran terbesar adalah Peningkatan Fungsi Prasarana Dasar Kawasan yang mencapai 6,445 miliar, yang terdiri dari 2 sumber pembiayaan (APBD Kabupaten sebesar 445 juta dan APBN yang mencapai 6 miliar). Untuk program peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan produksi pertanian dan peternakan hanya bersumber pembiayaannya dari APBD kabupaten, namun dengan jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan program peningkatan sarana dan prasaran kawasan yaitu 36 juta dan 155 juta.

Rate and write a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sindurejo
Kabupaten Grobogan
Get directions