Kab.Bulungan

  1. Desa Tanjung Buka
  2. Desa Salimbatu
  3. Desa Silva Rahayu

Berdasarkan RTRW Kabupaten Bulungan, Kecamatan Tanjung Palas Tengah termasuk ke dalam sebagian area yang direncanakan sebagai kawasan Food Estate Delta Kayan yang memiliki nilaistrategis dari sudut kepentingan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bulungan. Kawasan ini memiliki potensi pertanian berlimpah yaitu sebagai lumbung pangan untuk Kabupaten Bulungan. Selain itu, kawasan perdesaan ini juga berada dekat dengan jaringan jalan nasional Trans Kalimantan sehingga memiliki kemudahan dalam akses transportasi.

Usulan pembentukan kawasan perdesaan di Kabupaten Bulungan ditetapkan melalui Focus Group Discussion (FGD) tingkat SKPD yang dilaksanakan pada hari Senin, 26 September 2016 dan kesepakatan kawasan perdesaan dilakukan melalui FGD tingkat Desa yang dilaksanakan pada hari Selasa, 27 September 2016. FGD penetapan kawasan tingkat SKPD dihadiri dan ditandatangani oleh Kepala Bappeda, Kepala BPMPD, perwakilan Dinas Pertanian, Perwakilan Kecamatan Tanjung Palas Tengah dan SKPD terkait lainnya. Sedangkan penetapan kawasan tingkat desa dihadiri oleh camat dan kepala desa dari masing – masing desa dalam kawasan yang ditetapkan. Kawasan perdesaan yang akan dikembangkan adalah Kawasan Perdesaan Pertanian.

Kawasan Perdesaan Pertanian mencakup tiga desa yaitu Tanjung Buka, Salimbatu dan Silva Rahayu. Ketiga desa tersebut berada dalam satu kecamatan yaitu Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Selanjutnya Kawasan Perdesaan Pertanian dipilih dengan memperhatikan beberapa alasan diantaranya, (1) memiliki potensi utama pertanian, (2) letak desa berdekatan dan termasuk dalam satu kecamatan dan (3) pemilihan ketiga desa ini didasarkan pada visi-misi Kabupaten Bulungan dalam rangka mewujudkan kabupaten bulungan sebagai pusat pangan berbasis industri.

Kawasan Perdesaan Pertanian memiliki luas wilayah sebesar 352.14 km2 sedangkan luas wilayah Kecamatan Tanjung Palas Tengah secara administrasi sebesar 624,95 km2. Secara topografi, sebagian besar kawasan ini berupa datar berombak mencapai 90% dan sebagian kecil berbukit mencapai 10%.

Berdasarkan Indeks Pembangunan Desa (IPD), ketiga desa dalam Kawasan Perdesaan Pertanian termasuk dalam kategori desa berkembang yaitu Desa Silva Rahayu (61,69), Desa Tanjung Buka (64,74) dan Desa Salimbatu (72,09). Berdasarkan indeks tersebut, diharapkan dengan adanya program pembangunan kawasan perdesaan dapat membantu mendorong desa berkembang menjadi desa mandiri.

Sarana, prasarana dan infrastruktur di Kawasan Perdesaan Pertanian terbilang sudah cukup memadai walaupun dengan jumlah yang masih sedikit. Khusus pada keberadaan masjid dengan jumlah 14 unit merupakan fasilitas ibadah terbanyak dibandingkan fasilitas ibadah agama lainnya sepert gereja kristen sebanyak 5 unit dan gereja katolik sebanyak 1 unit. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk di Kawasan Perdesaan Pertanian Kabupaten Bulungan ini mayoritas beragama islam.

Sarana dan prasana di bidang pendidikan sudah dapat dikatakan cukup diantaranya Taman Kanakkanak (TK) sebanyak 2 unit, Sekolah Dasar (SD) sebanyak 12 unit, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 4 unit dan Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) sebanyak 1 unit.

Dalam mendukung perekonomian, sarana yang tersedia yaitu 1 unit pasar, 5 unit koperasi dan 12 unit bank mendukung kegiatan masyarakat dalam hal pemasaran, keuangan dan perbankan. Dalam hal akses informasi dan telekomunikasi di Kawasan Perdesaan Pertanian ini sudah didukung oleh adanya 6 unit kantor pos dan 4 unit menara telepon seluler. Ketersediaan sarana, prasarana dan fasilitas ini akan sangat mendukung proses pembangunan kawasan perdesaan.

Tidak adanya penginapan dalam kawasan ini menunjukkan bahwa kawasan ini memang bukan daerah kunjungan wisata sehingga akan sedikit sekali atau bahkan tidak ada turis yang datang berkunjung atau menginap. Kalaupun ada tursi yang berkunjung, kawasan ini belum mempersiapkan kawasan dalam sektor pariwisata melainkan dalam sektor pertanian.

Pada tahun 2015, jumlah penduduk di Kawasan Perdesaan Pertanian sebanyak 10.025 jiwa dan rata – rata kepadatan penduduk sebesar 16,04 jiwa/km2. Mayoritas penduduk bermatapencaharian sebagai petani.

Kawasan Perdesaan Pertanian memiliki luas 352.14 km2 atau sebesar 56,34% dari luas Kecamatan Tanjung Palas Tengah. Penggunaan lahan terbesar di kawasan ini adalah sebagai tanah basah yaitu sebesar 75,9%. Penggunaan lahan untuk perkebunan sebesar 16%, tanah sawah sebesar 5%, tanah kering sebesar 3% dan penggunaan lahan untuk fasilitas umum sebesar 0,1%.

Kosa kata ‘pertanian’ dalam kawasan ini adalah pertanian dalam arti luas. Komoditas utama Kawasan Perdesaan Pertanian dibedakan menjadi potensi pertanian padi, palawija, tanaman sayur – sayuran, tanaman buah-buahan serta perikanan budidaya dan tangkap.

Komoditas pertanian yang diunggulkan adalah padi dengan produksi padi sawah mencapai 11.073 ton/tahun dan padi ladang mencapai 5.557 ton/tahun. Komoditas dari jenis palawija yang berpotensi dalam kawasan ini adalah jagung (341 ton/tahun), kedelai (700 ton/tahun) dan ubi (2.731 ton/tahun). Komoditas yang berpotensi dari jenis tanaman sayur – sayuran adalah kacang panjang (4.016 ton/tahun) dan sawi (1.991 ton/tahun). Dari jenis tanaman buah – buahan,

komoditas yang berpotensi adalah jeruk (3 ton/tahun) dan rambutan (160 ton/tahun). Pada sektor perikanan, komoditas yang diunggulkan adalah ikan bandeng (2.479,30 ton/tahun) dan kerang dara (2.283 ton/tahun). Tingginya angka produksi komoditas di kawasan ini mendukung eksistensi kawasan ini sebagai Kawasan Perdesaan Pertanian.

Selain komoditas unggulan, potensi yang dimiliki Kawasan Perdesaan Pertanian adalah adanya klaster pendukung. Beberapa klaster tersebut yaitu tersedianya: (1) posisi pasar yang strategis dan dermaga penampungan hasil ikan, (2) Koperasi, (3) BUMADes, (4) kapasitas listrik dan air bersih yang memadai, (5) jaringan jalan dan jembatan yang memadai, (6) transportasi yang memadai, (7) pintu air dan saluran irigasi yang memadai dan (8) adanya sistem pengolahan pasca panen.

Konsep pengembangan Kawasan Perdesaan Pertanian disusun agar pembangunan yang dilakukan dapat terencana dan terarah serta berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Kawasan yang basis utamanya adalah pertanian secara luas ini memiliki konsep pengembangan hulu-hilir. Terdapat 3 aspek yang terdapat dalam sistem pertanian kawasan ini yaitu aspek penunjang, aspek budidaya dan aspek pasca panen.

Pada aspek penunjang, pengembangan difokuskan kepada potensi pertanian, peternakan dan perikanan. Kemudian, pada aspek ini fokus juga pada penguatan kapasitas SDM, infrastruktur,

pembangunan BUMADes dan pengembangan koperasi. Sinergisme dari kelima fokus pengembangan ini sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan budidaya atau produksi.

Pada aspek budidaya difokuskan pada peningkatan produktivitas pertanian, peternakan dan perikanan. Beberapa cara yang dilakukan adalah dengan menyediakan bibit atau benih, pupuk, pestisida, penyediaan alat atau mesin dan sebagainya.

Pada aspek pascapanen, pengembangan kawasan dilakukan dengan cara menyediakan pelayanan besar berupa pasar desa dan upaya pengolahan pascapanen agar komoditas yang dihasilkan dapat dijual dalam bentuk produk olahan. Sama seperti aspek penunjang, aspek pascapanen pun memerlukan sinergisme antara pemasaran dan pengolahan pascapanen agar hasil yang dikeluakan sesuai dengan tujuan kawasan perdesaan ini.

Program pembangunan Kawasan Perdesaan Pertanian dirancang untuk dilaksanakan dalam lima tahun kedepan yaitu mulai dari Tahun 2017 sampai 2021. Berdasarkan hasil fasilitasi, terdapat 7 pokok – pokok program yang akan dilakukan di kawasan ini. Ketujuh pokok program tersebut yaitu, (1) peningkatan kapasitas SDM dalam bidang pertanian (termasuk perikanan), (2) penyediaan benih/bibit pertanian (termasuk perikanan dan peternakan), (3) peningkatan infrastruktur dasar , (4) koordinasi lembaga kawasan, (5) optimalisasi penggunaan lahan pertanian, (6) penyediaan sarana dan alat/mesin pertanian (termasuk perikanan) dan (7) pembangunan sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran produk.

Merujuk pada ketujuh pokok program di atas, pembangunan kawasan ini dikembangkan lagi menjadi 16 program berdasarkan masterplan kawasan. Program – program tersebut yaitu, (1) Pembangunan dan rehabilitasi/pemeliharaan jalan, (2) Pembangunan dan rehabilitasi/pemeliharaan jembatan, (3) Pengadaan dan peningkatan sarana transportasi pengangkutan hasil produksi pertanian, (4) Penyediaan Benih/Bibit Pertanian, (5) Pengembangan Produksi Perikanan, (6) Penyediaan sarana dan alat/mesin produksi pertanian, (7) Penyediaan sarana dan alat/mesin produksi perikanan, (8) Penyediaan dan perbaikan infrastruktur produksi pertanian, (9) Optimalisasi penggunaan lahan pertanian, (10) Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang pertanian, (11) Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang perikanan, (12) Pembangunan sarana pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, (13) Pembangunan sarana penampungan hasil perikanan, (14) Koordinasi Lembaga Kawasan, (15) Pengadaan air bersih dan sarananya dan (16) Peningkatan pelayanan energi listrik dan jaringannya.

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa rencana program di Kawasan Perdesaan Pertanian dengan total anggaran sebesar 792.202 Milyar berasal dari 4 sumber yaitu ADD, APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan ABN.

Sumber pembiayaan program terbesar berasal dari APBN dengan persentase sebesar 59%. Setelah APBN, sumber pembiayaan program yang berasal dari ADD sebesar 21%. Selanjutnya anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten memiliki persentase yang sama. Pembiayaan program dari empat sumber terlihat kurang proporsional karena sebagian besar pembiayaan dibebankan kepada APBN. Hal ini perlu diperhatikan lagi karena harapan hasil pembangunan kawasan salah satunya adalah desa yang mandiri sehingga tidak banyak bergantung kepada APBN. Selain itu, hal yang perlu diusahakan adalah memperoleh dana dari pihak ketiga agar program yang dilaksanakan tidak hanya didukung oleh pemerintah melainkan dari pihak swasta juga.

Rate and write a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gunung Putih, Tanjung Palas, Gn. Putih/Kr. Jenawi
Kabupaten Bulungan
Get directions