Kab. Barito Utara

Kawasan Perdesaan Agrowisata Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah

Berdasarkan RTRW Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Utara termasuk kedalam Kawasasan Strategis Provinsi (KSP) yaitu Kawasan Pertanian Berkelanjutan, Kawasan Pengembangan Peternakan dan Kawasan Strategis Ekonomi Sektor Unggulan Ekonomi Minapolitan. Berdasarkan RTRW Kabupaten Barito Utara, Desa Trahean dan Desa Trinsing termasuk dalam Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) yaitu Kawasan Wisata Berbasis Pertanian dan Alam.

Usulan pembentukan kawasan perdesaan di Kabupaten Barito Utara ditetapkan melalui Focus Group Discussion (FGD) tingkat SKPD yang dilaksanakan pada hari Senin, 5 September 2016 dan kesepakatan kawasan perdesaan dilakukan melalui FGD tingkat Desa yang dilaksanakan pada hari Selasa, 6 September 2016. FGD penetapan kawasan pada tingkat SKPD disepakati oleh perwakilan Bappeda, BPMD, Camat dan beberapa dinas terkait. Sedangkan penetapan kawasan di tingkat desa dihadiri oleh kepala desa dari masing–masing desa dalam kawasan yang ditetapkan. Kawasan perdesaan yang akan dikembangkan adalah Kawasan Perdesaan Agrowisata.

Kawasan Perdesaan Agrowisata mencakup empat desa dari Kecamatan Teweh Selatan. Keempat desa tersebut yaitu, Trahean, Trinsing, Bintang Ninggi I dan Bintang Ninggi II. Kawasan ini dipilih karena beberapa hal diantaranya : (1) keempat desa tersebut terletak di satu hamparan dan (2) semua desa memiliki potensi yang sama, yaitu pertanian dan pariwisata. Di antara keempat desa tersebut, Desa Trahean ditetapkan menjadi Pusat Kegiatan Kawasan (PKK) dengan alasan yaitu : (a) Desa Trahean berada di tengah-tengah sehingga memudahkan aksesibilitas dan koordinasi antar desa dalam kawasan perdesaan; dan (b) kemajuan Desa Trahean dapat berarti juga majunya desa lain.

  1. Desa Lemo I
  2. Desa Hajak
  3. Desa Bukit Sawit
  4. Desa Tawan Jaya
  5. Desa Butong.

Berdasarkan RTRW Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Utara termasuk kedalam Kawasasan Strategis Provinsi (KSP) yaitu Kawasan Pertanian Berkelanjutan, Kawasan Pengembangan Peternakan dan Kawasan Strategis Ekonomi Sektor Unggulan Ekonomi Minapolitan. Berdasarkan RTRW Kabupaten Barito Utara, Desa Trahean dan Desa Trinsing termasuk dalam Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) yaitu Kawasan Wisata Berbasis Pertanian dan Alam.

Usulan pembentukan kawasan perdesaan di Kabupaten Barito Utara ditetapkan melalui Focus Group Discussion (FGD) tingkat SKPD yang dilaksanakan pada hari Senin, 5 September 2016 dan kesepakatan kawasan perdesaan dilakukan melalui FGD tingkat Desa yang dilaksanakan pada hari Selasa, 6 September 2016. FGD penetapan kawasan pada tingkat SKPD disepakati oleh perwakilan Bappeda, BPMD, Camat dan beberapa dinas terkait. Sedangkan penetapan kawasan di tingkat desa dihadiri oleh kepala desa dari masing–masing desa dalam kawasan yang ditetapkan. Kawasan perdesaan yang akan dikembangkan adalah Kawasan Perdesaan Agrowisata.

Kawasan Perdesaan Agrowisata mencakup empat desa dari Kecamatan Teweh Selatan. Keempat desa tersebut yaitu, Trahean, Trinsing, Bintang Ninggi I dan Bintang Ninggi II. Kawasan ini dipilih karena beberapa hal diantaranya : (1) keempat desa tersebut terletak di satu hamparan dan (2) semua desa memiliki potensi yang sama, yaitu pertanian dan pariwisata. Di antara keempat desa tersebut, Desa Trahean ditetapkan menjadi Pusat Kegiatan Kawasan (PKK) dengan alasan yaitu : (a) Desa Trahean berada di tengah-tengah sehingga memudahkan aksesibilitas dan koordinasi antar desa dalam kawasan perdesaan; dan (b) kemajuan Desa Trahean dapat berarti juga majunya desa lain.

Kawasan Perdesaan Agrowisata memiliki luas wilayah kawasan 240,87 km2. Secara administratif, kawasan ini berbatasan dengan kecamatan lainnya dalam Kabupaten Barito Utara. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Lemo I. Sebelah Utara kawasan berbatas dengan Kecamatan Teweh Tengah dan Kecamatan Teweh Baru. Sebelah Timur kawasan berbatas dengan Desa Hajak. Sebelah Selatan kawasan berbatasan dengan Desa Bukit Sawit, Desa Tawan Jaya dan Desa Butong.

Berdasarkan Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang ditentu-kan berdasarkan sarana pelayanan dasar, infrastruktur, aksesibilitas, pela-yanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan desa, semua desa dalam kawasan termasuk ke dalam kategori desa berkembang. Desa-desa tersebut yaitu Bintang Ninggi II (61,11), Bintang Ningggi I (61,82), Trinsing (57,05), dan Trahean (70,26). Sebagian besar desa sudah berada jauh di atas batas minimal desa berkembang. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya program pembangunan kawasan perdesaan dapat membantu mempercepat perkembangan desa berkembang menjadi desa mandiri.

Sarana, prasarana dan infrastruktur di Kawasan Perdesaan Agrowisata terbilang sudah cukup memadai. Untuk keberadaan fasilitas ibadah, terdapat 5 unit masjid, 4 unit gereja kristen dan 4 unit gereja katolik. Untuk sarana dan prasana di bidang pendidikan sudah tersedia dalam jumlah yang cukup diantaranya Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 5 unit, Sekolah Dasar (SD) sebanyak 7 unit, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 2 unit dan SMA atau SMK sebanyak 1 unit. Keberadaan fasilitas pendidikan ini masih perlu ditingkatkan lagi jumlahnya memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan.

Dalam mendukung perekonomian, sarana yang tersedia, yaitu: 2 unit pasar, 4 unit koperasi dan 16 unit bank baik bank pemerintah maupun bank swasta. Dalam hal akses informasi dan telekomunikasi di Kawasan Perdesaan Agrowisata ini sudah didukung oleh adanya 8 unit kantor pos dan 5 unit menara telepon seluler. Ketersediaan sarana, prasarana dan fasilitas ini akan sangat mendukung proses pembangunan kawasan perdesaan.

Berdasarkan data mengenai sarana, prasarana dan fasilitas tersebut, dapat dilihat bahwa dalam kawasan tidak ada fasilitas penginapan. Hal ini perlu menjadi perhatian mengingat kawasan yang dikembangkan adalah kawasan wisata yang akan dikunjungi banyak tamu sehingga adanya penginapan dapat menjadi salah satu daya tarik kawasan.

Jumlah penduduk Kawasan Perdesaan Agrowisata sebanyak 4.117 jiwa dengan kepadatan penduduk di tahun 2015 yaitu 32,51 jiwa/km2. Tingkat pertumbuhan penduduk tahun 2015 0,8375%. Angka pertumbuhan ini masih termasuk rendah, sehingga penyempitan lahan pertanian untuk dibangun pemukiman masih dalam angka yang rendah. Sex rasio pada tahun 2015 sebesar 107. Artinya, pada setiap 100 orang laki-laki terdapat 70 orang perempuan. Kemudian dalam aspek agama, sebagian besar penduduk kawasa ini beragama Islam.

Kawasan Perdesaan Agrowisata dengan luas wilayah 240,87 km2 ini sebagian besar merupakan lahan yang menjadi objek wisata dan lahan pertanian. Terdapat lima klaster komoditas yang berpotensi di kawasan ini, yaitu padi, tanaman sayuran, perikanan khususnya ikan patin, peternakan dan pariwisata. Dalam mendukung komoditas utama, terdapat klaster pendukung Kawasan Perdesaan Agrowisata, meliputi jalan usaha tani, jalan desa, jaringan irigasi, jembatan, air bersih dan pasar desa.

Konsep pengembangan Kawasan Perdesaan Agrowisata disusun agar pembangunan yang dilakukan dapat terencana dan terarah serta berhasil mencapai tujuan yang diharapkan. Kawasan ini memiliki konsep pengembangan hulu-hilir yang akan dilakukan pada tahun 2017 hingga tahun 2021.

Pada bagian hulu, pengembangan difokuskan pada lima aspek yaitu : (1) aspek intensifikasi dan diversifikasi pertanian, meliputi pertanian tanaman pangan, pertanian hortikultura, perikanan dan peternakan; (2) aspek infrastruktur, meliputi pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur; (3) aspek SDM, meliputi penguatan SDM petani dan masyarakat; (4) aspek kelembagaan, meliputi pembangunan Kelompok Sadar Wisata; dan (5) aspek pariwisata, meliputi penyediaan sarana dan prasarana pendukung pariwisata. Kelima aspek ini akan dikembangkan pada tahun pertama dan kedua.

Kelima aspek yang dikembangkan di hulu, selanjutnya akan mempengaruhi tiga aspek di hilir yaitu : (1) produktivitas pertanian, peternakan dan perikanan; (2) pengembangan pariwisata; dan (3) pariwisata sebagai media pemasaran komoditas pertanian. Ketiga aspek ini akan berjalan dengan prinsip sinergisme antar aspek. Selanjutnya, pengembangan ini akan menghasilkan konsep agrowisata yang didukung oleh kawasan.

Program pembangunan Kawasan Perdesaan Agrowisata dirancang untuk dilaksanakan dalam lima tahun kedepan yaitu mulai dari tahun 2017 sampai 2021. Berdasarkan hasil fasilitasi di kawasan tersebut dan merujuk pada masterplan kawasan, terdapat 13 pokok program yang dibutuhkan untuk dilakukan dalam rangka pengembangan Kawasan Perdesaan Agrowisata ini. Ketiga belas pokok program tersebut yaitu : (1) peningkatan/ pembangunan jalan dan jembatan; (2) peningkatan sarana dan prasarana wisata; (3) peningkatan jaringan irigasi; (4) peningkatan produksi pertanian, perikanan dan peternakan; (5) penerapan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing; (6) program pengembangan sarana dan prasarana ekonomi kawasan perdesaan; (7) pencegahan dan penanggulangan penyakit tanaman, ternak dan ikan; (8) peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/ perkebunan; (9) pemberdayaan sumber daya pertanian, perikanan dan peternakan; (10) pengembangan kesenian dan kebudayaan daerah; (11) fasilitasi pembentukan forum komunikasi antar pelaku industri pariwisata dan budaya; (12) pemasaran dan pengolahan hasil pertanian, perikanan dan peternakan; dan (13) pengembangan kawasan agrowisata.

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa rencana program di Kawasan Perdesaan Agrowisata dengan total anggaran sebesar 52,838 milyar berasal dari 3 sumber yaitu APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN. Selanjutnya sumber pembiayaan program terbesar berasal dari APBN dengan persentase sebesar 75%. Setelah APBN, sumber pembiayaan program yang berasal dari APBD Provinsi sebesar 24%. Terakhir, pembiayaan program dengan persentase terkecil berasal dari APBD Kabupaten yaitu sebesar 1%.

Pembiayaan program dari ketiga sumber terlihat tidak proporsional karena pembiayaan yang dibebankan kepada APBN sangat besar. Hal ini perlu diperhatikan lagi karena harapan hasil pembangunan kawasan salah satunya adalah desa yang mandiri sehingga desa memegang peran besar untuk menjalankan program. Selain itu, hal yang perlu diusahakan adalah memperoleh dana dari pihak ketiga agar program yang dilaksanakan tidak hanya didukung oleh pemerintah melainkan dari pihak swasta juga.

Rate and write a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Yetro Sinseng, Lanjas, Teweh Tengah
Kabupaten Barito Utara
Get directions