Kawasan Perdesaan Raja Ampat Kabupaten Raja Ampat , Papua Barat

Kawasan Perdesaan “Strategi Pariwisata” mencakup 32 desa yang terletak di 10 kecamatan, yaitu Kecamatan Waigeo Utara, Waigeo Timur, Meosmanswar, Waigeo Selatan, Waigeo Barat, Teluk Mayalibit, Misool Selatan, Kofiau, Batanta Utara, dan Salawati Selatan, meliputi Desa Kapadiri, Urbinasopen, Arborek, Yenbuba, Yen,Waufnor, Sawandarek, Sawinggrai, Kabui, Friwen, Wawiyai, Waisai, Salio, Meos Manggara, Saukabu, Pam, Mutus, Manyaifun, Gag, Waifol, Kalitoko, Mumes, Beo, Batbitiem, Tomolol, Wayelbatam, Gamta, Kapatcool, Tolobi, Deer, Wailebet, Arefi, dan Jefman. Kabupaten Raja Ampat dengan sumberdaya alam dan potensi baharinya telah mengantarkan Raja Ampat sebagai salah satu dari 10 daerah destinasi wisata bahari dunia sehingga kabupaten ini mendapat julukan Kabupaten bahari. Sejalan dengan itu legenda Raja Ampat yang kaya dengan peristiwa mistis, tinggalan-tinggalan sejarah dan purbakala memiliki peluang pasar pariwisata dunia.

Kawasan wisata Raja Ampat ini termasuk dalam wilayah administratif kabupaten Raja Ampat.

Raja Ampat adalah sebuah kabupaten yang baru dideklarasikan tahun 2003 lalu melalui UU No. 26 tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Kerom, Kabupaten Sorong Selatan, dan Kabupaten Raja Ampat.

Kabupaten Raja Ampat adalah salah satu dari 14 kabupaten baru di Provinsi Papua Barat yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Sorong. Dalam kabupaten Raja Ampat terdapat 1.800-an pulau kecil, atol dan taka serta 4 pulau besar.

Empat pulau besarnya meliputi Pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool. Dari keseluruhan pulau yang ada di Raja Ampat, hanya 35 pulau saja yang dihuni penduduk. Ibu kotanya sendiri ada di kota Waisai.

Geografis

Raja Ampat secara geografis berada di 2º25’ LU – 4º25’ LS dan 130º – 132º55’ BT. Tepatnya ada di bagian barat paruh burung pulau Papua.

Luas Kabupaten Raja Ampat sekitar 881.953 km2 dengan luas daratan hanya sekitar 6.084,50 km2, dan panjang wilayah garis pesisir pantai lebih dari 753 km. Perbandingan wilayah daratan dan lautannya mencapai 1 : 6, dengan wilayah perairan yang lebih dominan.

Kepulauan Raja Ampat dibagi menjadi 24 distrik, 117 kampung, dan 4 kelurahan. Secara administratif, sebelah utara Raja Ampat berbatasan dengan Samudera Pasifik, dan wilayah Negara Palau.

Di sebelah timur berbatasan dengan Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Sebelah selatannya berbatasan dengan Kabupaten Seram Utara, Provinsi Maluku. Serta di bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Memiliki jumlah gugusan karang paling besar dan lengkap di dunia

Raja Ampat, selain indah pemandangannya, juga mempunyai jumlah gugusan karang terbesar di dunia, yaitu mencapai 75% dari spesies karang yang ada di dunia berada di Raja Ampat. Menurut penelitian yang dilakukan, ada setidaknya 1000 jenis ikan karang, 540 jenis karang keras (75% dari keseluruhan jenis yang ada di dunia), 700 jenis moluska, dan terumbu karang hidup mencapai 90%

Flora dan faunanya terlengkap di dunia

Contohnya beraneka ragam biota laut yang dapat kita temui di kawasan ini. Seperti, wobbegog, ikan pari manta, kuda laut katai, ikan eviota raja (sejenis ikan gobbie yang termasuk ke dalam ikan endemik Raja Ampat), hiu karang, ikan tuna, barakuda, cendrawasih wilson, cendrawasih merah, aneka burung nuri dan kakatua, maleo waigeo, kuskus waigeo, aneka ragam anggrek, dan lain-lain. Selain itu Raja Ampat memiliki hutan mangrove, padang lamun, pantai tebing dan berbatu.

Memiliki peninggalan sejarah yang menarik

Di Raja Ampat selain bisa melakukan kegiatan menyelam, kita juga dapat melihat peninggalan masa lampau. Seperti di Pegunungan Misool, terdapat peninggalan prasejarah berupa cap tangan yang ada di dinding batu karang. Cap-cap tangan yang ada di Misool bukan terletak di dalam gua, akan tetapi dekat dengan air laut.

Diperkirakan usianya telah mencapai 50.000 tahun. Dan ini merupakan salah satu petunjuk mengenai bagaimana manusia dapat tersebar dari bagian barat nusantara sampai dengan papua dan melanesia. Pada salah satu titik penyelaman yaitu Pulau Wai, kita juga dapat melihat sisa-sisa sejarah berupa pesawat yang karam saat perang dunia II.

Masyarakat yang ramah

Masyarakat di Raja Ampat terkenal dengan keramahannya, terlebih ketika kedatangan tamu dari luar daerah. Masyarakat Raja Ampat sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan mereka hidup di perkampungan yang kecil dan lokasinya berjauhan sampai ada yang beda pulau.

Mereka sangat senang kalau kita bawakan oleh-oleh berupa pinang atau permen. Kemudian kita bisa mengobrol bersama masyarakat. Acara mengobrol sambil kunyah pinang dinamakan papa-para pinang. Para-para pinang diselingi dengan saling lempar mob atau lelucon atau cerita lucu. Masyarakat Raja Ampat kebanyakan memeluk agama islam dan kristen. Mereka hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

Salah satu spot diving terbaik di dunia

Raja Ampat yang sangat terkenal dengan divingnya merupakan salah satu spot diving yang paling baik di dunia. Beberapa lokasi penyelaman tersebut ada di 4 pulau yaitu, Waigeo, Salawati, Bantanta, Misool. Saat melakukan penyelaman di Manta Point (Arborek, Selat Dampier) kita akan mendapat pengalaman menarik yaitu menyelam dengan ditemani ikan pari manta.

Menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, kita akan menyelam dengan ribuan ikan (diantaranya, ikan tuna, snappers, giant trevallies) dan pengalaman paling menegangkan di antara itu semua adalah ketika menyelam dengan ribuan ikan barakuda! Memang, sih, ikan ini tak berbahaya. Akan tetapi ada yang berbahaya juga yaitu barakuda soliter/sendiri. Beberapa jenis ikan yang juga kerap kita lihat antara lain, hiu karang dan penyu.

Saat melakukan penyelaman di Batanta, Salawai, dan Waigeo, kita dapat bertemu dengan ikan dugong dan duyung. Lokasi Raja Ampat yang mempunyai banyak pulau dengan selat yang tergolong sempit, membuat beberapa titik penyelaman arusnya akan kencang di saat-saat tertentu. Sangat pas untuk melakukan drift dive yaitu penyelaman mengikuti arus kencang dengan menerobos ribuan ikan.

Memiliki tempat-tempat yang eksotik

Banyak tempat yang eksotik di Raja Ampat. Sebagai Contoh, Pulau Ayau yang merupakan pulau karang raksasa, Pulau Pensil (pulau karang yang bentuknya lancip mirip pensil). Pantai yang cantik, Pantai Yefpian, Bannos, Panun, Olobi, Teteruga, Pantai Jam, Pantai Daram, dan lain-lain.

Sovenir dan kuliner unik

Makanan yang dapat kita cicipi ketika berkunjung ke Raja Ampat, antara lain adalah papeda dan barapen ayam ala Walesi. Siapa yang tak kenal dengan papeda. Kudapan yang terbuat dari tepung sagu ini sangat popular di kalangan masyarakat dan wisatawan. Pembuatan papeda ini tergolong gampang. Cukup dengan menuang air panas ke dalam tepung sagu dan terus diaduk sampai bentuknya menyerupai lem.

Makan papeda paling pas adalah dengan olahan berupa ikan asam, bumbu kuning, dengan tambahan sambal. Mantap! Coba juga minuman tradisional yang disebut saguer, minuman yang berasal dari kelapa murni. Terakhir, barapen ayam ala Walesi tak boleh ketinggalan, ya. Perlu diketahui bahwa Walesi adalah nama salah satu suku yang ada di Wamena.

Selain kuliner, Raja Ampat punya bermacam souvenir yang dapat pula kita bawa sebagai oleh-oleh. Rahang hiu dengan gigi yang masih menancap kuat pada rahang tersebut. Souvenir ekstrim ini dapat diperoleh seharga Rp 300.000,- saja. Kalung, piring untuk mas kawin, anyaman tas, dan yang paling langka adalah kalung Raja Kofiau (dari tengkorak kepala anjing dan tulang ikan duyung). Kalung Raja Kofiau dapat diperoleh dengan harga Rp 300.000,-.

  1. Kawasan Perdesaan Raja Ampat Kabupaten Raja Ampat , Papua Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *